Pengalaman Mengunjungi Museum Affandi, Studio Alam Gamplong, dan Pasar Beringharjo – Part I

banner blog museum affandi

“Jobs Fill Your Pocket, But Adventures Fill Your Soul.”

~ Jamie Lyn Beatty

“Traveling alone will be the scariest, most liberating, life changing experience of your life. Try it at least once!”

~ Unknown

hkaLabs: hakim-azizul.com – Selasa, 6 Agustus 2019 lalu, saya berjalan-jalan dalam rangka “Me Time”, untuk mengunjungi Museum Affandi, Studio Alam Gamplong, dan Pasar Beringharjo, D. I. Yogyakarta.

“Me Time di hari dan jam kantor? Izin apa bolos tuh?”. Eiitss, saya tidak izin ataupun bolos untuk jalan-jalan ini. Malahan saya dihitung masuk full, karena jalan-jalan ini termasuk salah satu “game” dari kantor untuk saya pada bulan Agustus 2019 ini. Yap, kantor kami memang memiliki banyak game, training, dan budaya yang unik dan seru.

Jadi, jika anda bertemu orang yang berjalan-jalan sendirian; baik berkendaraan atau (seringkali) tidak; di Jogja atau sekitarnya, bahkan ada yang sampai Merauke, Singapura, bahkan keliling Eropa, mungkin anda bertemu salah satu dari kami. 🙂

museum affandi hakim-azizul.com

Museum Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

studio alam gamplong hakim-azizul.com

Studio Alam Gamplong. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

pasar beringharjo hakim-azizul.com

Pasar Beringharjo. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Saya berangkat dari kontrakkan pada pukul 09.09 (tidak ada alasan khusus, agar angka jamnya bagus saja), dengan rute PP (total 54,1 km) sebagai berikut:

rute pp yang ditempuh hakim-azizul.com

Rute PP yang Saya Tempuh, Total 54,1 km. Sumber Gambar: Screenshot Aplikasi Go-Jek, Dokumentasi Pribadi.

Pertimbangannya rute di atas adalah, karena Museum Affandi dan Studio Alam Gamplong memiliki jam buka, yaitu 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, sehingga pasar Beringharjo saya tempatkan sebagai destinasi terakhir.

Saya bersyukur sekali kepada Alloh SWT telah mengizinkan saya untuk hidup di zaman ini, di mana teknologi telah memungkinkan munculnya layanan seperti ojek-ojek atau transportasi online. Saya tidak bisa bayangkan kalau perjalanan ini harus saya tempuh benar-benar dengan transportasi publik semua, yang mana transportasi publik di Jogja tidak sebanyak di Bandung. Dan saya jadi kembali teringat dengan kota kelahiran dan kota yang saya tinggali selama 24 tahun itu, seandainya saya ngangkot dan menempuh 54,1 km dengan angkot, mungkin akan banyak waktu yang terbuang, padahal waktu yang saya punya untuk mengeksplor 3 tempat tersebut tidak terlalu banyak, hehehe.

 

Museum Affandi

Destinasi pertama saya adalah Museum Affandi. Sehari sebelumnya, saya sudah googling terlebih dahulu, untuk mencari informasi seperti jam buka, buka pada hari apa saja, berapa tiket masuknya, apakah diperbolehkan memotret; dan jika iya, kamera macam apa yang diperbolehkan dan apakah akan kena charge tambahan, dll, agar biaya yang telah dianggarkan tidak meleset.

Museum Affandi terletak di jalan L. Adisucipto 167, yaitu jalan utama yang menghubungkan kota Yogyakarta dan Solo, di tepi barat sungai Gajahwong. Dari informasi biaya tiket masuk yang saya peroleh di internet ternyata meleset cukup jauh, karena sepertinya blog yang saya baca tersebut adalah info lawas, hehehe.

Saya membayar tiket masuk di bagian Informasi/Pendaftaran, sebesar Rp50.000,- untuk pengunjung umum/domestik, tanpa kartu pelajar atau mahasiswa. Kita tidak diperbolehkan memotret menggunakan kamera DSLR atau kamera apapun yang menggunakan blitz, karena dapat merusak lapisan cat/karya (informasi ini juga saya dapat sebelumnya ketika googling). Karena saya ingin mendokumentasikan perjalanan saya menggunakan kamera HP tanpa menggunakan blitz, maka saya kena charge tambahan, sebesar Rp20.000,-.

Selanjutnya, saya berjalan menuju Galeri I.

 

Galeri I

patung pak affandi menghirup cangklong hakim-azizul.com

Ketika Memasuki Gerbang Museum Affandi, Anda Akan Disambut oleh Patung Beliau yang Sedang Menghirup Cangklongnya. Patung Ini Berada Tepat di Depan Ruang Informasi/Pendaftaran. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

suasana galeri I museum affandi hakim-azizul.com

Suasana di Dalam Galeri I. Terdapat Beberapa Pengunjung Lain Selain Saya. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Pintu galeri selalu tertutup, dan memang siapapun yang membuka pintu tersebut diharuskan untuk menutup kembali pintunya. Jadi ketika anda di luar, tidak perlu ragu, dan masuk saja ke galeri tersebut.

Setelah masuk, kita dipersilakan mengisi buku tamu, dan juga akan disambut oleh Mbak-Mbak ramah dan cantik-cantik, yang memberi tahu kita untuk memulai melihat-lihat dari lukisan sebelah kiri terlebih dahulu, dan terus memutar, hingga kembali ke pintu masuk/keluar yang tadi. Setelah di Galeri II, baru saya tahu kalau Mbak-Mbak yang bertugas menyambut tamu di setiap galeri itu adalah mahasiswi-mahasiswi PKL atau siswi-siswi SMK dari jurusan Seni Rupa atau Pariwisata.

Seperti terlihat di foto di atas, saya bukan satu-satunya pengunjung di hari itu, ada beberapa pengunjung lainnya, dan sepertinya ada juga tamu galeri atau mungkin seniman juga. Mereka menyimak penjelasan Guide Museum secara seksama, dan Bapak Guidenya (yang akhirnya saya ketahui namanya setelah berkenalan di Galeri II, yaitu Pak Hudan) pun menjelaskan dengan semangat dan mendetail untuk setiap karya serta kisah dan sejarah di setiap babak kehidupan Pak Affandi di balik karya-karya tersebut. Saya pun ikut menyimak, sambil melihat-lihat dan mengagumi karya Pak Affandi, serta barang-barang peninggalannya. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, tapi tidak jadi, karena tidak enak menginterupsi penjelasan-penjelasan Pak Hudan tersebut.

mobil dan sepeda kesayangan pak affandi hakim-azizul.com

Mobil dan Sepeda Kesayangan Pak Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Koleksi Pipa dan Cangklong Pak Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Koleksi Pipa dan Cangklong Pak Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

kaos yang dipakai pak affandi untuk berkarya hakim-azizul.com

Kaos yang Dipakai Pak Affandi untuk Berkarya. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Alat-Alat Lukis Pak Affandi hakim-azizul.com

Alat-Alat Lukis Pak Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Karya-Karya Pak Affandi dari Periode Awal Hingga Akhir Hidupnya hakim-azizul.com

Karya-Karya Pak Affandi dari Periode Awal Hingga Akhir Hidupnya. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Karya-Karya Pak Affandi dari Periode Awal Hingga Akhir Hidupnya. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Foto karya-karya Pak Affandi di atas membuat saya bertanya-tanya apakah karya beliau di periode tahun-tahun awal karyanya memang lebih cenderung bergaya realis, dan semakin bergaya ekspresif seiring berjalannya waktu, hingga tahun-tahun terakhirnya.

simbol matahari tangan dan kaki hakim-azizul.com

Untuk Karya yang Spesial Menurut Beliau, Pak Affandi Membubuhkan Simbol Matahari, Tangan, dan Kaki pada Karya Tersebut. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

caption tentang tiga patung pak affandi yang dipajang di galeri i hakim-azizul.com

Caption Tentang Tiga Patung Pak Affandi yang Dipajang di Galeri I. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Foto-Foto Ketika Pak Affandi Menerima Berbagai Penghargaan hakim-azizul.com

Foto-Foto Ketika Pak Affandi Menerima Berbagai Penghargaan. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Piagam-Piagam Penghargaan yang Diperoleh Pak Affandi Semasa Hidupnya

Piagam-Piagam Penghargaan yang Diperoleh Pak Affandi Semasa Hidupnya, Baik dari Dalam, maupun Luar Negeri. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Foto Presiden Soekarno di Sanggar Pelukis Rakyat hakim-azizul.com

Foto Presiden Soekarno di Sanggar Pelukis Rakyat. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Setelah keluar dari Galeri I, saya berjalan menuju Galeri II, namun sebelum sampai ke Galeri II, di antara Galeri I dan Galeri II terdapat makam Pak Affandi dan Bu Maryati, istrinya. Saya lalu berziarah sebentar di sana..

Yang membuat saya terharu adalah, tidak hanya karena mereka dimakamkan bersebelahan; bertempat di antara Galeri I dan Galeri II; di galeri/rumah mereka sendiri; dikelilingi karya-karya mereka yang tidak ternilai harganya untuk sejarah dan kebudayaan Indonesia; namun juga karena mereka meninggal hampir berbarengan. Bu Maryati menyusul Pak Affandi pada 25 Mei 1991, 1 tahun setelah meninggalnya Pak Affandi (23 Mei 1990).

makam pak affandi dan bu maryati hakim-azizul.com

Makam Pak Affandi dan Bu Maryati. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

 

Galeri II

Sama seperti sebelumnya, ketika masuk galeri, saya mengisi buku tamu terlebih dahulu, dan di galeri ini kita disambut oleh kutipan dari Pak Sulebar S. Soekarman, seniman kelahiran Bandung:

quote sulebar soekarman hakim-azizul.com

Quote Pak Sulebar M. Soekarman. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Quote di atas membuat saya termenung sejenak..

Renungan dan penghayatan Pak Sulebar terhadap Seni Modern di atas membuat saya membandingkannya dengan dunia teknologi, digital marketing, maupun startup yang saya hadapi selama dua tahun terakhir ini, dan ditambah dengan berkuliah sains selama 6 tahun. Mungkin sejatinya semuanya sama, produk Kebudayaan dan Peradaban Manusia, baik itu Sains, Teknologi, dan Seni merupakan petualangan yang berhadapan dengan dunia baru, zaman baru, penuh dengan ketidakpastian dan risiko, namun tetap terhubung dengan nilai spiritual yang mungkin hanya akan ditemukan oleh para pemberani yang dengan sadar mengambil risiko ataupun orang-orang yang beruntung. Hmmm…

Galeri II ini diisi oleh karya Matahari 3, yaitu: Dyan Anggraini, Kartika Affandi, dan Nunung WS. Ketiga maestro wanita tersebut mewakili tiga aliran yang berbeda, yaitu Dyan Anggraini dengan gaya realis, Kartika Affandi ekspresionis seperti ayahnya, dan Nunung WS dengan gaya abstrak.

Berikut ini profil ketiga maestro wanita tersebut:

Profil Dyan Anggraini, Kartika Affandi, dan Nunung WS, Beserta Judul Karya Mereka di Galeri II. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Profil Ibu Dyan Anggraini. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Profil Dyan Anggraini, Kartika Affandi, dan Nunung WS, Beserta Judul Karya Mereka di Galeri II. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Profil Ibu Kartika Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Profil Dyan Anggraini, Kartika Affandi, dan Nunung WS, Beserta Judul Karya Mereka di Galeri II. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Profil Ibu Nunung WS. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Berikut ini beberapa foto koleksi di Galeri II:

Koleksi Galeri II. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Koleksi Galeri II. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Koleksi Galeri II. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Koleksi Galeri II. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Seperti yang saya ceritakan di bagian Galeri I di atas, di sini saya berkenalan dan berbincang-bincang sedikit dengan Pak Hudan, guide di Museum Affandi. Saya bertanya tentang apakah selain Galeri I, pelukis yang berkontribusi memamerkan karyanya masih merupakan kerabat Pak Affandi, ataukah pelukis pada umumnya juga dapat memamerkan karya-karyanya. Dan jika bisa, bagaimana mekanismenya, dsb. Dan beliau menjawab bahwa, selain kerabat dan kolega Pak Affandi, pelukis yang memamerkan karyanya di sini biasanya disokong oleh komunitas atau sponsor.

dokumentasi kunjungan ke museum affandi hakim-azizul.com

Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Lalu, saya melanjutkan kunjungan ke Galeri III.

 

Galeri III

Berikut ini adalah profil Galeri III dan seniman-seniman yang memamerkan karyanya di galeri ini:

profil galeri III dan para seniman yang berkontribusi hakim-azizul.com

Profil Galeri III dan Para Seniman yang Berkontribusi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Galeri III ini berisikan karya-karya dari Istri pertama Pak Affandi, yaitu Bu Maryati, Bu Kartika Affandi (putri Pak Affandi dengan istri pertamanya), dan Bu Rukmini Yusuf Affandi (putri Pak Affandi dengan istri keduanya).

Berikut ini beberapa dokumentasi foto karya-karya pada Galeri III:

koleksi galeri III hakim-azizul.com

Koleksi Galeri III. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

karya di galeri III hakim-azizul.com

Koleksi Galeri III. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

koleksi galeri III hakim-azizul.com

Koleksi Galeri III. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Koleksi Galeri III. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Koleksi Galeri III. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Lukisan Bu Maryati. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Lukisan Bu Maryati. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Di Galeri III ini juga diputar video dokumenter Pak Affandi, dan yang  membuat saya tertegun adalah: Ternyata legenda yang saya dengar waktu kecil itu benar, bahwa Pak Affandi melukis sekali jadi (selesai sekali duduk), beliau mengatakan bahwa ia melukis mengikuti perasaannya, dan melukiskannya hingga tuntas.

Di video tersebut juga direkam bagaimana persiapan beliau ketika mau melukis. Ia mengganti bajunya dengan kaos yang digunakan untuk melukis, bagaimana banyaknya cipratan cat pada kaos tersebut, dan energi beliau yang luar biasa ketika melukis. Jika anda ke Galeri III ini, sempatkanlah untuk melihat video tersebut. Di Galeri ini juga terasa nuansa yang amat personal, karena selain isinya adalah karya-karya dari istri dan anak-anak beliau, tetapi juga karena banyak dokumentasi tulisan, kutipan, dan komentar Pak Affandi terhadap karya-karya istrinya yang menurut beliau amat istimewa.

Video Dokumenter Pak Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Pak Affandi tidak pernah mengajarkan melukis kepada istrinya, Bu Maryati, sekalipun istrinya memaksa. Karena Pak Affandi ingin menjaga orisinalitas karya-karya istrinya.

 

Galeri IV, atau Cafe Pronto

Selanjutnya saya menuju ke Galeri IV atau disebut juga sebagai Cafe Pronto. Galeri IV ini unik, karena bentuk dan konsepnya memang seperti kafe, bukan seperti ruang pameran pada umumnya. Membuat saya membayangkan makan dan minum dengan nikmat dan nyaman, sambil menikmati karya-karya seni di sekelilingnya.

Para Seniman yang Berpameran di Cafe Pronto hakim-azizul.com

Para Seniman yang Berpameran di Cafe Pronto/Galeri IV. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Ketika itu, ada pameran bertajuk “Art in the Life of” di Cafe Pronto, yang berlangsung dari 20 Juli hingga 20 Agustus 2019.

Berikut ini beberapa foto karya yang dipamerkan di galeri tersebut:

Karya yang Dipamerkan di Cafe Pronto Museum Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Karya yang Dipamerkan di Cafe Pronto Museum Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Karya yang Dipamerkan di Cafe Pronto Museum Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Karya yang Dipamerkan di Cafe Pronto Museum Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Karya yang Dipamerkan di Cafe Pronto Museum Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

 

Studio Gajahwong

Galeri terakhir adalah Studio Gajahwong. Studio ini dipergunakan sebagai sanggar untuk belajar melukis untuk anak-anak maupun dewasa, dan juga sebagai tempat berkumpul dan berkarya untuk kerabat-kerabat Pak Affandi, murid-muridnya, serta para seniman lokal.

deskripsi studio gajahwong hakim-azizul.com

Deskripsi Studio Gajahwong. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Inside Gajahwong Studio:

Inside Gajahwong Studio hakim-azizul.com

Inside Gajahwong Studio. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi

Inside Gajahwong Studio. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi

Inside Gajahwong Studio. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi

Inside Gajahwong Studio. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi

Inside Gajahwong Studio. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi

Inside Gajahwong Studio. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi

Setelah selesai dari kunjungan di Studio Gajahwong ini, saya menuju ke tempat penukarkan tiket masuk dengan soft drink. Sebelumnya, saya juga menuliskan aspirasi dan penghormatan untuk Pak Affandi dan Museum Affandi, saya lupa isinya, tapi menurut saya bagus, hahaha.

Lalu saya menukarkan tiket saya dengan soft drink, saya ambil Fruit Tea Apple, yaay!

 

Last but Not Least

Berikut ini adalah handout/katalog yang saya dapatkan dari Museum Affandi. Saya dapat yang versi dalam Bahasa Inggris juga, namun tidak saya fotokan di sini. Di sini terdapat info tentang sejarah Museum Affandi, kapan peresmiannya, siapa yang meresmikannya, dan berbagai info lainnya, yang lebih lengkap dari laporan yang saya tulis di sini.

Handout/Katalog Museum Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Handout/Katalog Museum Affandi. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Dapat pouch bagus juga:

Souvenir Berupa Pouch

Souvenir Berupa Pouch. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

bonus free soft drink di museum affandi hakim-azizul.com

Bonus Free Soft Drinks. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Saya menikmati Fruit Tea yang saya tukarkan hingga habis. Lalu saya menuju destinasi berikutnya: Studio Alam Gamplong.

Follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *